Saturday, May 17, 2008

Stockholm: Nyasar, Makan Gratis dan Jatuh Cinta

Dari Kopenhagen, saya kembali ke Stockholm yang merupakan starting and ending point saya dalam melakukan tour singkat Skandinavia Agustus 2007 kemarin. Seperti yang saya ceritakan disini bahwa traveling alone itu bikin banyak temen, saya kembali mendapatkan teman baru yang menjadi teman seperjalanan dari Kopenhagen ke Stockholm (baca: satu bus). Teman baru itu adalah seorang perempuan warga negara Malaysia yg sedang menjalankan liburan tahunannya keliling Eropa. She traveled as backpacker, pokoke gayanya bener-bener backpacker sejati, komplit dengan backpack gede yang lumayan berat (saya kebagian gotong-gotong waktu dia nyari hostel di Stockholm, sementara hostel saya belum buka.. trus pas lagi nungguin dia, saya kebelet.. walhasil jadi deh gotong sana-sini cari café yg buka buat numpang kebelakang).

Read more...


Akhirnya setelah hostel buka dan saya udah ganti baju plus tentunya bersih-bersih (gilingan, gak boleh mandi loh.. soalnya saya belum waktunya check-in), saya mengajak teman saya tsb untuk menghadiri perayaan Tujuhbelasan (baca: makan enak dan gratis) di Wisma Indonesia. Ya ampun, ternyata jauhhhhh ya... mana kami sempat nyasar lagi gara-gara metro (bukan mini loh) yg kami tumpangi ternyata punya dua tujuan (jadi kami harus teliti membaca tujuannya). Tapi kemudahan kami dapatkan selagi menunggu bus (setelah naik metro yg benar) yg akan membawa kami ke Wisma Indonesia, ada orang Indonesia yg juga sedang menunggu disana. Aman, kata saya dalam hati... at least, kemungkinan nyasar menjadi 0,00001 (alias kecil banget - secara itu cowok udah sering kesana). Disaat asik menunggu, eh kok ya ada mobil yang berhenti dan memanggil cowok tsb menawarkan tumpangan ke Wisma Indonesia... jadilah kamipun diangkut juga (hihihi, kebayang gak sih... diangkut dari halte, jadi inget halte isi depan Labschool Rawamagun).

Singkat cerita, jadilah saya makan siang super mewah pake nasi kuning, empal daging, teri kacang, telor dadar, bawang goreng, kerupuk dan sambel (sayang, ayam gorengnya udah habis, ihiks). Waaaaaa.... alhamdulillah, senangnya.... perut kenyang tanpa bayar :D

Di Wisma Indonesia yg letaknya diperumahan elit di Stockholm dengan view laut yg indah banget, saya bertemu dengan teman-teman sesama multiplier dan satu teman friendster. Bertemu teman-teman didunia maya secara langsung adalah hal yg paling menyenangkan, itulah makanya cita-cita saya adalah mengunjungi semua teman-teman maya saya yg tersebar diseluruh dunia. Siapa tahu one day pohon uang yang saya tanam dibelakang rumah tumbuh dengan subur, hehehe.


Berhubung besoknya saya sudah harus kembali ke Jerman tercintah, sayapun pamitan untuk melanjutkan cuci mata keliling kota Stockholm. Lagi-lagi saya sangat beruntung, karena seorang teman yg tinggal di Swedia juga ingin ke pusat kota, jadilah kami nebeng mobilnya. Benar-benar deh saya merasakan perjalanan Skandinavia kemarin itu penuh dengan kemudahan dan kebahagian, alhamdulillah.

Punya teman seperjalanan memang menyenangkan, tapi bila berseberangan minat, itu yang menjadi masalah. Perempuan Malaysia teman seperjalanan dari Kopenhagen ini rupanya bosan melihat saya yang asik jeprat-jepret dengan poket digicam saya, sehingga waktu kami ada di Royal Palace Stockholm dan saya tenggelam bersama digicam saya, beliaupun menghilang. Setelah capek mencari keliling istana yang gedeeeeeeeeeee itu, sayapun menyerah dan memutuskan utk solo karir lagi. Frankly, saya merasa lebih bahagia solo karir, karena mau memencet shutter sampai telunjuk cantengan juga gak ada yg protes.

Cuma ada dua kata yang paling pantas utk menggambarkan kota Stockholm ini, "Cantik dan Romantis". Bener-bener deh, saya jatuh cinta dengan kota ini dan selalu bergumam dalam hati that I wish my betterhalf were with me.

Saya habiskan waktu hingga menjelang malam dimusim panas yg lumayan berangin di Stockholm sambil tak henti mengabadikan keindahan kota tsb. Sungguh sulit buat saya menjalin kata-kata untuk menggambarkan betapa cantik kota ini, tapi saya senang that my pocket digicam could show you.

Semoga one day, saya bisa kembali kesini bersama cintaku, amin. Saya benar-benar jatuh cinta pada kota ini (walaupun mahal pisan, hihihihi).

Bersambung...

---------
Photos: (all taken by me)
- Taman Royal Palace Stockholm.
- 62 tahun kemerdekaan RI, Wisma Indonesia, Stockholm.
- Rumah warna-warni di Gamla Stan (mirip sama rumah di Amsterdam dan Cologne).
- Grand Hotel yang ngetop itu.
- Cantiknya Stockholm.

Foto-foto lain bisa dilihat di: Scandinavia: Day 4 - Stockholm.

0 comments:

Post a Comment