Tuesday, May 13, 2008

Satu yang Tak Bisa Lepas

click photo for better viewing

Kusimpan masa demi masa

Tak mudah 'tuk terlupa

Saat kau masih disisi
Hingga saat kau dengannya

Kadang ku menangis
Reza, Satu yang Tak Bisa Lepas

Lagu diatas sempat menemani kerja saya malam hari hingga subuh tadi,
mengingatkan saya akan seorang teman dan hutang saya padanya
ya.. saya janji untuk menuliskan kisah hidupnya disini

saya masih ingat, hari itu.. kami sama-sama kelelahan
penat dan jenuh akan rutinitas hidup di negeri dongeng ini
lalu mulailah terurai satu demi satu rahasia hati
ditemani genangan air mata dipipinya yang merah

perempuan itu menangis dihadapan saya
menumpahkan sejuta rindu akan laki-laki yang begitu mencintainya
yang membawanya jauh dari tanah air
untuk bersama mendampinginya dinegeri dongeng ini

saya tidak bisa berkata, terdiam tak mengerti
betapa cinta itu begitu rapuh, batin saya
bertahun bersama dalam cinta yang menyala
namun sekarang nyala itu redup, seperti lampu didapur saya
yang kemudian akhirnya padam

aku masih mencintainya, kata perempuan itu
aku tak pernah bisa melupakannya, isaknya sendu
betapa indah cinta yang dulu dia berikan
namun sekarang hilang, musnah
air matanya seakan tak berhenti

saya masih juga tidak bisa berkata, hati saya mulai menjerit
saya tidak bisa melihatnya menangis..
dan air mata ini pun memohon untuk mengalir

saya usap tangannya dengan lembut, dan menatap matanya
saya tidak berkata apapun, namun saya percaya dia mengerti
bahwa saya ada disisinya

dulu semua begitu indah, bunga dan hadiah tak pernah lepas
hadir disaat mereka melepaskan lelah diakhir pekan
ciuman sayang dan pelukan hangat selalu hadir
membuat negeri dongeng menjadi negeri impian
dua manusia yang berbeda kebudayaan

cinta yang menyatukan mereka
cinta yang membawanya jauh dari tanah air tercinta
cinta yang selalu menyapanya lewat sinar matahari pagi
dan mengantar tidurnya dalam sinar rembulan
cinta yang sangat indah
cinta yang memberikan nafas bagi kehidupannya

aku masih mencintainya, katanya lagi
aku rindu pelukannya disepanjang tidurku
isaknya semakin menjadi

aku ingin kembali padanya, ucapnya terbata
menjadi istrinya adalah masa terindah dalam hidupku
tapi itu semua hanyalah mimpi
surat cerai itu sudah ada ditanganku
dan ada perempuan lain sekarang dalam pelukannya

saya semakin tak bisa berkata, hanya memeluknya
dan membiarkan air mata itu membasahi baju saya
sakit, pasti sakit.. saya hanya tau itu
tapi tak mampu merasakan

Satu yang tak bisa lepas
Bawalah kembali jiwa yang luka

Dan perasaan yang lemah ini

Menyentuh sendiriku

Reza, Satu yang Tak Bisa Lepas

---------
Picture taken at Werdersee, Bremen, Germany
Sunday, May 11th, 2008

Pernah dimuat disini.

0 comments:

Post a Comment