Wednesday, April 16, 2008

Praha: Kota Lampu yang Cantik

13-15 April 2008, saya dan Noni (doctor candidate) melakukan kunjungan singkat ke Praha. Rencana traveling ini datangnya dari beliau, jadi saya tinggal terima beres, enak ya ;)

Saya berangkat tanggal 12.04 sore dengan ICE ke Dortmund Hbf (stasiun utama), untuk kemudian disana bertemu dengan Noni dan bersama-sama menuju Köln (Noni tinggal di Köln). Saya sengaja memesan ticket ICE pp Bremen-Dortmund, karena kami memakai pesawat yang berbeda untuk pp Cheko - Jerman. Kami berangkat menggunakan German Wings dari Köln Bonn Flughafen (airport) dan pulang dengan Easy Jet ke Dortmund Flughafen.

Read more...


Sejak awal berangkat, kami sudah mengalami pengalaman yang menegangkan, yaitu salah liat jadwal bus! Akhirnya kami-pun harus berjalan kaki cepat menuju stasiun agar tidak ketinggalan kereta. Alhamdulillah, kami sampai tepat waktu.. sehingga kami bisa langsung naik kereta lokal menuju airport. Masalah selesai? Belum tentu, karena kami belum punya tiket yang artinya kalau diperiksa petugas, kami harus bayar denda 40€! Langsung dong kami turun di halte selanjutnya, membeli tiket dan menunggu kereta selanjutnya selama 20 menit. Duh! Dinginnya itu loh :))

Noni sempat membatin (she told me after we came back home - Germany maksudnya) takut liburan singkat kami di Praha nantinya tidak menyenangkan considering awal yang berantakan tsb. But, thanks God! We really had a blast in Prague.

Ternyata keberuntungan menyapa kami di Praha. Begitu kami mendarat di bandara Praha, setelah selesai dengan urusan bagasi dan menukar uang dan membeli 24hours tiket, kami tidak perlu menunggu lama bus yang akan membawa menuju hotel Ostruvek. Kami sempat mengalami kejadian yang cukup memalukan tapi menghibur hati. Jadi ceritanya tram kami berhenti dilampu merah dan kebetulan itu adalah lampu merah didekat hotel kami berada. Supir tramnya keluar tram dari pintu depan (dan membiarkan pintu tsb terbuka), saya yang berpikir bahwa itu adalah halte tempat kami turun pun sibuk memencet tombol pintu tengah. Ditengah asiknya saya memencet, ada seorang bapak yang menunjuk kearah depan yang kami pikir beliau menyarankan kami untuk keluar lewat pintu depan, lalu bergegaslah kami keluar. Begitu kami berada diluar, kami baru sadar... bahwa maksud si bapak tersebut adalah "haltenya masih didepan", bukan keluar dari pintu depan yang terbuka, karena supirnya keluar untuk mengecek sesuatu, hihihihihihi. Walhasil, dihari pertama kami, kami sudah melanggar peraturan, turun sembarangan, wakakakakaka.
Dasar orang asing!

Alhamdulillah, seneng banget, karena hotelnya tidak jauh, petugasnya ramah (beliau langsung menyapa kami dengan bahasa Jerman) dan yang paling penting itu adalah "kamar hotelnya bagus dengan kamar mandi yang bersih". Horeeeeeeeeeeeeee!
Dan hal ini membawa kegembiraan dihati kami yang selanjutnya membuat perjalanan dihari pertama sangat menyenangkan.

Orang-orang Praha sangat menyenangkan dan ramah. Berbicara dalam bahasa Inggris dengan mereka juga bukanlah masalah, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengerti bahasa Jerman (ya iyalah, namanya juga tetangga). Gara-gara seorang pramuniaga yang mengaku-aku diadopsi oleh pasangan Indonesia-Korea, akhirnya kami bisa berkenalan dengan Fika (he said to Fika that we are Korean).

Fika ini adalah backpacker sejati, beliau tinggal di Australia (she has Australian passport) dan sudah sejak Januari 2008 kemarin melakukan perjalanan (she has been in Latin America, America, North Europe, etc) yang akan berakhir Juni 2008 di Indonesia sebelum kembali ke Australia. Beliau sangat menyenangkan dan ramah, kami langsung akrab layaknya teman lama. Klik gitu deh! Praha dihari pertama akhirnya kami jalani bersama Fika yang bersedia menjadi guide tanpa dibayar, hehehe.

Praha menurut saya sangat cantik, bersih dan dimana-mana bertaburan lampu jalan yang bentuknya cantik, itulah makanya difoto-foto saya, banyak sekali lampu jalan sehingga Fika menyebut saya "fettish" (setelah shoes fetish, skg saya jadi street lamp fetish, hihihihi). Tapi I just couldn't help it, lampu-lampu itu begitu menggoda untuk diabadikan bahkan akhirnya-pun Fika ikut-ikutan asik mengabadikan lampu-lampu tsb, hihihi.

Kami menghabiskan waktu cukup lama di Staromestské Námestí (Old Town Square), menikmati bangunan-bangunan tua disana sambil berebutan spot dan angle bersama para turis lain demi mendapatkan foto-foto cantik terutama foto dari Orloj (Astronomical Clock). Mencoba mengalahkan sinar matahari dan mengejar sunset di Karlúv Most (Charles Bridge) dan bereksperimen demi memuaskan hasrat narsis my two companions (saya akhirnya juga tertular narsis sih, tapi gak seberat mereka kok, hihihihi).

Hari pertama kami tutup dengan makan bebek peking "take away" dari restoran Cina dekat hotel. Biarin deh, jauh-jauh ke Praha juga makannya di resto Cina, soalnya mana ada bebek peking seharga 4 Euro di DE? Mimpiiiiiiiiiiiii!!!
Tapi tenang, hari kedua kami sudah bertekad untuk makan makanan khas Cheko kok ;)

Bersambung... (semoga gak malas)

---------
Photos: (all taken by me)
- Lampu jalan dan patung di Charles Bridge.
- Kamar hotel kami.
- Passage to Old Town Square.
- Astronomical Clock dan para turis.
- Kami dan si Opa (taken by me with tripod).
- Prague Castle dari Charles Bridge.

More photos of Prague can be viewed in: Praha: Hari Pertama - Kawan Baru di Kota yang Cantik

0 comments:

Post a Comment