Saturday, March 8, 2008

Patah Hati di Negeri Dongeng

Akhir-akhir ini saya selalu dihantui oleh peristiwa meninggalnya seorang teman disini. Bukan takut almarhum datang sebagai hantu, tapi dihantui atau lebih tepatnya dibayang-bayangi proses kematiannya. Saya tidak bisa menghentikan adegan bagaimana dia meninggal dalam pikiran saya. Entahlah, saya tidak terlalu dekat dengan dia, tapi sampai sekarang rasanya tidak percaya bahwa dia sudah tidak ada dengan cara menghentikan sendiri hidupnya atau bunuh diri.

Patah hati adalah awal dari segalanya, awal dari kematian yang direncanakan olehnya. Ah... sampai saat saya menulis inipun, saya tidak habis berpikir dan bertanya "why oh why". Apakah sebesar itu kekuatan patah hati sehingga sanggup membuatnya membunuh dirinya sendiri?
Dulu saya pernah menulis tentang patah hati yang menyebabkan seorang kawan memutuskan untuk tinggal selamanya disini, dinegeri dongeng yang indah ini. Cerita yang membuat seseorang penulis yang sedang menyusun buku tentang putus cinta meminta saran-saran mengatasi putus cinta dari saya, namun bukan cerita yang memuat akhir tragis dari sebuah hati yang patah.

Read more...

Cara jitu? Ah andai saja dia punya cara jitu untuk mengobati hatinya yang patah, pastilah saat ini dia masih ada diantara kami, bercanda tertawa bersama dan sedang dalam keadaan hectic karena ujian semester semakin dekat. Andai dan andai, mengapa dan mengapa, itu-itu saja yang memenuhi pikiran saya akhir-akhir ini.


Semua orang sepertinya pernah mengalami sakitnya patah hati. Beragam tindakan yang dilakukan oleh mereka disaat hati yang patah begitu sakit, dari mulai curhat pada sahabat terdekat, jalan-jalan mencari suasana baru, pindah kota bahkan negara, mengganti penampilan seperti potong rambut, sampai langsung mencari pacar baru. Semua hal tsb dilakukan sampai sang waktu menyembuhkan luka dihati yang patah. Ya, waktu akan menyembuhkan semuanya, hanya dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan kita menghadapi proses penyembuhan yang pastinya sangat tidak nyaman tsb.

Patah hati... nanti juga sembuh kok. Itu tulisan singkat seorang kontak Multipy saya yang penuh dengan semangat. Ya, tidak ada luka yang tidak akan sembuh apabila kita berusaha untuk menyembuhkannya, bukan membuatnya larut menjadi luka yang semakin parah dan mengakhiri luka tsb dengan sebuah kematian yang kita tentukan sendiri.

Dulu pernah terlintas dipikiran saya untuk meminta Allah mengambil nyawa saya saja disaat putus cinta setelah bertahun-tahun menjalin hubungan. Tapi alhamdulillah, saya tidak pernah berani untuk bunuh diri, karena maut itu hak mutlak dari Allah dan saya tidak mau menjadi sesat karenanya. Saat putus cinta tsb saya sudah berada dinegeri dongeng ini, jauh dari keluarga dan pelukan hangat Bunda yang selalu mampu menyembuhkan segala luka. Jauh dari cinta kasih para sahabat yang selalu ada disaat saya jatuh. Lalu apa yang saya lakukan?

Boleh dibilang saya ini cenderung masokis, senang menyakiti diri sendiri disaat patah hati. Tapi it worked for my broken heart. Saya nikmati setiap darah yang menetes dari hati saya yang patah. Saya pandangi semua kenangan indah yang pernah kami lewati bersama, saya datangi tempat-tempat yang penuh dengan kenangan. Berdarah, menangis, itu yang saya lakukan sampai rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi dan saya bisa ikhlas melupakan semuanya.

Menjadi masokis, lari dari kenyataan, pindah kota/negara, balas dendam atau apapun itu yang akan dilakukan agar bisa mengobati sakitnya patah hati, adalah pilihan yang bisa dilakukan oleh those who have broken heart. But please, dont choose to kill yourself by committing suicide. Percayalah, waktu akan menyembuhkan rasa sakit itu walau mungkin memakan waktu yang tidak sebentar, tapi waktu benar-benar akan menyembuhkan. Kesabaran dan keikhlasan adalah penolong dimasa penyembuhan tsb. Patah hati adalah salah satu proses pendewasaan diri (at least for me).

Growing pains!

---------
Image from: www.google.de:
- Broken Heart, from www.antithesiscommon.com (keyword:
"broken heart").
- Bandaid, from http://groovetheory.home.comcast.net (keyword:
"broken heart").
- A man that can symbolize the desperation and hopelessness felt in depression by Vincent van Gogh, from www.answers.com (keyword:
"committed suicide")

1 comment:

  1. Someone Broke My HeartOctober 14, 2008 at 6:09 PM

    Wow beautiful wiriting

    ReplyDelete