Saturday, March 8, 2008

Oberstdorf: Surga Olahraga Musim Dingin, Photography dan Shopaholic

Tanggal 22-24 Desember 2007 yang lalu, alhamdulillah kami (si Tukang Dongeng dan saya) bisa menikmati indahnya berlibur di Oberstdorf, kota kecil dipegunungan Alpen. Oberstdorf is a municipality and skiing and hiking town in southwest Germany, located in the Allgäu region of the Bavarian Alps (Wikipedia).

Berangkat dengan kereta 04:50 dari Winnenden ke Oberstdorf, mengharuskan kami untuk bangun jam 4 pagi dan rela berjalan dari rumah menuju stasiun dalam dekapan dinginnya udara minus 5. Dengan weekend ticket seharga 35 Euro (untuk 5 orang), kami memulai perjalanan menuju Oberstdorf. Kereta penuh dengan orang-orang yang juga ingin pergi berlibur, dan sepertinya mereka punya tujuan yang sama dengan kami yaitu Oberstdorf, bedanya mereka membawa perlengkapan olahraga musim dingin seperti snowboard dan peralatan ski.

Read more...


Ketika kami pindah kereta di central station Ulm, si Tukang Dongeng menyadari kalau handphonenya hilang. Sebetulnya kejadian ini membuat saya sedih, karena saya sempat terucap dalam hati ingin mengganti handphonenya dengan yang baru, dan saya merasa karena pikiran saya itu, diapun (handphone, bukan si Tukang Dongeng) hilang. Ya, innalillahi wa innailaihi rojiun, insha Allah handphone tsb bisa berguna ditangan orang yang menemukannya, amin. Alhamdulillah, setelah saya menelpon ke customer service O2, kami bisa mendapatkan SIM Card baru dengan nomor yang sama (kebetulan memang nomornya si Tukang Dongeng terdaftar atas nama saya), walaupun baru bisa kami ambil setelah liburan Natal nanti.

Kesedihan akan hilangnya handphone segera hilang setelah kami tiba ditempat kami menginap, Gästehaus Martina. Kami disambut dengan sangat ramah oleh pemilik guest house tersebut dan diantarkan untuk menempati kamar yang sangat bersih dan cantik dengan sistem pemanas dari bawah lantai (Bodenheizung).
Awalnya kami ingin menyambung tidur agak satu jam untuk bangun jam 10:30 dan memulai petualangan kami disana dengan mengunjungi Söllereck dan menikmati cantiknya Allgäuer Alpen, tapi demi melihat pemandangan cantik sepanjang jalan menuju guest house dan pemandangan dari balkon kamar, kami memutuskan untuk segera pergi kesana.


Keputusan untuk segera pergi ke Söllereck adalah keputusan yang sangat bijaksana, karena begitu kaki kami jejakkan disana, hanya melulu pemandangan indah (subhanallah) yang ada didepan mata. Disini kami melakukan wändern (hiking) menyelusuri indahnya pegunungan Alpen, alhamdulillah walaupun dingin, sinar matahari yang cerah membuat suasana disana menjadi sangat indah. Tak putus-putusnya kata subhanallah kami ucapkan demi melihat keindahan alam di Söllereck, betapa Maha Baik Allah memberikan alam yang begitu indah untuk dinikmati umat-Nya. Perasaan kecil dan tak berdaya mendadak kami rasakan demi melihat Kebesaran Allah disana. Subhanallah!


Nyaris setengah dari 1GB memory card kamera saya habiskan demi mengabadikan keindahan alam di Söllereck, ada rasa takut kehilangan momen indah yang saya alami disana. Berjalan diantara hutan pinus dan tumpukan salju satu meter dikanan kiri, sungguh memberikan pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan. Tangan saya sibuk menekan tombol shutter tanpa menghiraukan dinginnya udara bersuhu minus yang menembus sarung tangan yang saya pakai. Ya, saya memang bandel, si Tukang Dongeng sudah memberikan peringatan untuk membeli sarung tangan yang hangat, tapi saya memilih untuk tetap memakai sarung tangan saya yang lebih pantas disebut sebagai aksesori pemanis belaka. Alhamdulillah saya mau mengikuti sarannya untuk membeli sepatu winter dan tidak bersikukuh untuk terus memakai sepatu 4 musim Nike ACG yang sudah 4 tahun menemani saya.

Awalnya sempat terpikir untuk mencoba Söllereckbahn (cable car/mountain lifts) untuk naik ke Bergstation (1358 m) dan mengambil lebih banyak lagi foto, tapi si Tukang Dongeng menyarankan untuk naik kepuncak tertinggi dari pegunungan Alpen yang berada di Öberstdorf, Nebelhorn. Berhubung dia adalah orang yang membuat itenerary dari liburan kali ini, jadi saya sebagai peserta yang baik hanya mengikuti dan ini adalah tindakan yang tepat, karena di Nebelhorn inilah saya bisa berada diatas ketinggian 2224 m!
Sekitar 4 jam kami habiskan untuk menikmati keindahan alam di Söllereck untuk kemudian kembali ke pusat kota demi mengisi perut yang terasa sangat kosong ditengah dinginnya cuaca.

Aneka jenis restaurant yang menyuguhkan masakan khas setempat dan negara lain juga banyak tersebar di Oberstdof, kota kecil yang cantik ini. Si Tukang Dongeng yang mengerti bahwa saya tidak akan melewatkan Asia restaurant, mencoba menyembunyikan keberadaan tersebut dari saya, namun saya lebih tanggap. Akhirnya setelah lelah berjalan ditengah keindahan Alpen dan dinginnya cuaca, perut Indonesia saya dimanjakan oleh semangkok kecil Peking sweet and sour soup beserta Thai green chicken curry and sepiring nasi. Alhamdulillah, nikmatnya ;-)

Malam hari, setelah sempat beristirahat selama satu jam, kami melakukan tour mengelilingi kota. Oberstdorf, kota turis dipegunungan Alpen bukan saja merupakan surga bagi para penggemar olahraga musim dingin dan hiking, tapi juga surga bagi para pencinta belanja, terutama penggemar perlengkapan olahraga dan barang bermerek lainnya. Toko-toko tersebut tersebar diseluruh penjuru kota memanjakan mata namun membahayakan kantong mahasiswa seperti kami. Barang-barang untuk keperluan olahraga musim dingin tersedia dihampir semua toko yang ada dan tentunya dengan harga yang membuat tarikan nafas panjang. Ah, kota ini benar-benar ditujukan untuk para turis berkantung tebal, bukan mahasiswa dengan uang pas-pasan seperti kami :-)

Nebelhorn, Fellhorn and Söllereck: the very sound of these three names makes skiing fans’ mouths water. And that’s no wonder considering the 44,000 metres of downhill slopes (30,000 metres of which are virtually snow-safe), 29 different lifts, numerous cosy mountain lodges to stop and have a snack and powder snow and sun until you’re ready to drop ... and last, but not least, there are any amount of interesting all-inclusive bargains. Who could resist the temptation? - www.skiinfo.com

Bersambung...

Photos: (all taken by me unless stated)
- Oberstdorf dan si Tukang Dongeng yang nyaris tidak kelihatan.
- Sony Ericsson K750i - courtesy of sonyericssondotcom.
- Kamar kami selama di Oberstdorf dan si Tukang Dongeng yang sedang membaca peta.
- Oberstdorf diambil dari Söllereck.
- Para pencinta olahraga musim dingin at Söllereck.
- Asia restaurant dan si Tukang Dongeng yang sedang mengecek harga.
- Jack Wolfskin - salah satu dari beberapa toko alat-alat olahraga di Oberstdof.

See more pictures:
Oberstdorf: Söllereck - Indahnya Algäuer Alpen
Oberstdorf: Nebelhorn - Diatas Ketinggian 2224 Meter

0 comments:

Post a Comment