Tuesday, March 18, 2008

Armer Student

maksudnya mahasiswa miskin.

Itu kata supir taksi yang biasa mangkal di Bremen Hbf waktu beliau mengantarkan saya dan si Tukang Dongeng pulang ke apartemen yang baru.

Kok bisa sih dia bilang begitu?

Read more...


Gini:

Beberapa waktu lalu sehabis mengambil sisa barang dari Bremerhaven, sesampainya di Bremen kami memutuskan untuk pulang ke rumah dengan naik taksi. Maklum deh, badan sudah gempor karena bersih-bersih rumah dan nyaris tiap hari bawa sisa barang (ternyata selama 5 tahun saya jadi penumpuk barang juga). Berhubung rumah kami dekat dari stasiun kereta (4 menit naik tram dan kurang dari 10 menit jalan kaki), biasanya ongkos naik taksi itu kurang dari 5 Euro.
Nah berhubung bawaan saya banyak dan biar gak repot pas turunnya, saya langsung menyiapkan uang (dan kebetulan waktu saya mengeluarkan 1 lembar 5 Euro tsb, supir taksinya melihat).

Eh ya kok si Tukang Dongeng salah memberikan instruksi jalan. Niatnya sih biar turun tepat didepan rumah, eh malah jadi muter. Supir taksi yang juga merasa bersalah (karena sempat disuruh belok, beliau malah terus), akhirnya mematikan argo pada bilangan 8 Euro dan begitu sampai, beliau meminta uang 5 Euro saya, tanpa tambahan apapun.

Katanya: Saya juga pernah jadi mahasiswa, dan saya tahu seberapa banyak uangnya mahasiswa itu.

Ah! Semoga Tuhan melipat gandakan rejeki supir taksi tersebut, amin.

0 comments:

Post a Comment