Wednesday, September 12, 2007

Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket

Mencari hotel di Barcelona itu gampang-gampang susah, apalagi kalau perginya mepet dan waktu yang dipilih adalah liburan Paskah. Awalnya kami gak mau susah dengan mendatangi travel biro langganan (langganan nanya, pergi dari sana sih belum pernah), dengan harapan bisa mendapatkan kembali paket perjalanan yang sempat mereka tawarkan tahun baru kemarin pada kami. Waduh! harganya itu loh.. bikin sakit mata (baca: mahal) dan belum lagi waktu liburan yang lamanya minimal 7 hari. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari semuanya sendiri dengan memanfaatkan internet gratis dari asrama yang kecepatannya bikin saya gak percaya, iyalah.. dibagi 2 gedung gitu loh :)

Setelah browsing sana browsing sini, kami memutuskan untuk tinggal di apartemen dengan alasan supaya bisa masak. Tapi setelah dipikir ulang, ngapain juga mau liburan kok masih harus masak? Kalo pengen masak mah tinggal aja di Bremerhaven, gak usah jauh-jauh ke Barcelona. Akhirnya kami-pun memutuskan untuk nginep dihotel saja yang menyediakan sarapan pagi, dan mulai mencari dengan meminta bantuan teman-teman disini. Akhirnya dapatlah kami hotel yang kami inginkan, tidak terlalu jauh dari kota dan dekat pantai. Wah, benar-benar sesuai dengan keinginan, pikir kami waktu itu, apalagi ditunjang dengan bewertung (review) yang rata-rata baik.

Read more...


Hotel di Spayol aneh, itu kata teman saya yang sempat menyelesaikan masternya disana. Kata-kata yang menyejukkan hati setelah melihat keadaan hotel yang akan kami tinggali during our stay in Barca. Kondisi hotel sih baik, hanya tidak seindah yang ada dibayangan, plus fasilitas yang membuat kami tertawa. Ya iyalah, wong international channel tv yg digembar-gemborkan itu adalah CNN dan Eurosport, yang juga merupakan fasilitas dari asrama saya di Bremerhaven apalagi ternyata Eurosport-nya versi Jerman, hehehe.. so ngapain juga jauh-jauh ke Barca? Tapi karena kami ke Barca bukan untuk nonton TV, jadi it's not a big deal, apalagi kamarnya bersih, kamar mandinya juga bersih dan karyawan hotelnya ramah-ramah semuah walaupun "gagu" (baca: gak bisa bahasa Inggris). Oya ternyata kami gak dapat breakfast loh, ini mah murni kesalahan saya yang salah baca aja kok dan pantainya sampai kami pulang gak keliatan, hehehe.

Kami menginap dihotel bukan karena gaya gak mau tidur di hostel, bukan! Kebetulan hostel yang di Barcelona apalagi yang ada dipusat kota fully booked pada saat kami kesana. Ternyata oknumnya adalah para British Hooligans yang datang rombongan bersama klubnya masing-masing demi menonton timnas England melawan Andorra dibabak kualifikasi Piala Eropa 2008, plus rombongan pelajar yang sedang study tour memanfaatkan liburan Paskah yang lumayan panjang (sekitar 2 minggu utk student di Jerman). Judulnya, Barcelona waktu kami kesana betul-betul padat merayap, penuh sesak namun tetap aman terkendali ;)

Hotel atau hostel dipusat kota sangat kami sarankan, karena keterbatasan waktu operasi dari alat transportasi disana. U-bahn (metro/subway) hanya beroperasi sampai jam 12 malam week-days dan jam 1 pagi week-end, sementara bus dan tram lebih singkat lagi (ini berdasarkan informasi yang kami dapat dari petugas di metro station, but please correct me if it's wrong). Jadilah kostum dugem yang sudah kami siapkan tersia-sia, dan hanya numpang jalan-jalan dalam koper tanpa sempat merasakan indahnya suasana malam di Barca (untuk menikmati kehidupan malamnya ya, kalau indahnya malam mah tiap hari, soalnya kami sampai hotel itu antara jam10-12 malam). Loh, memangnya gak ada taksi ya disana? Hmm ya, ada kok, tapi sangat tidak disarankan, muahaalll (5€ per 10 menit).


Actually, transportasi di Barca sangatlah murah (saya membandingkan dengan Bremerhaven khususnya dan DE pada umumnya) dengan ketepatan waktu yang tidak mengecewakan. Ada bermacam-macam jenis tiket yang ditawarkan oleh TMB (Transports Metropolitans de Barcelona) yang berlaku untuk semua jenis transportasi yang ada (kecuali taksi dan kereta cepat). Buat yang datang bersama pasangan, sangat disarankan untuk membeli tiket T10 yang bisa dipindahtangankan (alias boleh dipake rame-rame) dengan masa berlaku 1 tahun (ini nih yang bikin kami terkagum-kagum waktu kami membeli tiket di Bandara). T10 seharga 6,90€ (berlaku untuk 1 Zona) ini adalah tiket yang bisa kita pakai untuk 10 kali naik kendaraan/masuk stasiun metro (10 kali validasi) yang termasuk dalam TMB.

Berkunjung ke Barcelona pastilah kita ingin melihat keindahan kota dan objek-objek wisata yang ada disana. That's why, transportasi yang paling menguntungkan adalah Metro/Subway/U-bahn, dan tiket yang paling menguntungkan adalah T10. Sama seperti metro di Paris, untuk masuk kedalam metro station di Barca, kita harus menggunakan tiket sebagai pembuka pintu masuk (yang kemudian bisa kita berikan pada teman kita berikutnya dan berikutnya dstnya), dan begitu kita sudah berada didalam stasiun untuk pindah kemetro lainnya, tidak perlu memasukkan tiket lagi, jadi kalau cuma ingin berkeliling metro ke metro (tanpa keluar stasiun), hanya dibutuhkan 1 kali validasi. Selama kami berada di Barca, kami membeli 4 buah tiket T-10 dengan total harga 27,60€, bandingkan apabila kami membeli tiket untuk 5 hari dengan harga 20,80€ per orang, yang artinya kami menghemat 14€ dengan menggunakan tiket T10 tsb, menguntungkan sekali bukan?

Ooopppsss, almost forgot! Jangan pernah mencoba untuk naik metro tanpa tiket ya, walaupun kamu tidak ditegur waktu melompat pintu masuk ke stasiun, tapi petugas dengan anjing herder siap menanti didalam stasiun. Tenang, kamu tidak akan digigit oleh anjing tersebut, tapi hanya didenda 40€ saja!

---------
All photos are taken by me except my photo in front of hotel (taken by si Tukang Dongeng)
- Saya narsis di depan salah satu hotel di Barcelona, tapi beneran loh.. saya gak nginep disini.
- Metro Barcelona, bersih ya (merokok didalam metro denda 39€ something, ya jadi 40€ deh).
- Tiket T-10 (satu lagi disimpen si Tukang Dongeng).
- Si Tukang Dongeng, setelah keluar dari metro station Placa Espanya.

More photos of Barcelona:
Barcelona: Tour #1 - Walking around The Old City
Barcelona: Tour #2 - La Rambla
Barcelona: Tour #3 - El Eixample
Barcelona: Tour #4 - Montjuic
Barcelona: Tour #5 - Beach
Barcelona: Tour #6 - Dragon and Cathedral

Read More...

Sunday, September 9, 2007

Barcelona: giliran Catalan, Foods and Café

Apa sih yang dipesankan teman-temannya si Tukang Dongeng waktu dia mau ke Barca? Oleh-oleh? Nope! Mereka pesen direview cewek-cewek Catalan.. hihihi, dasar cowok. Ops, maaf kalau jadi gender, padahal mah temen-temen saya yang cewek juga nitip dibawain cowok ganteng dari sana, jadi kesimpulannya? Cewek sama cowok gak ada bedanya, yang penting kasih sayang, hehehe.

Menurut si Tukang Dongeng, perempuan Catalan biasa-biasa saja (ini pendapat jujur dia ya, bukan karena saya mengancam dengan golok loh), tapi sekalinya ada yang cantik.. wowwww rruuaaarrrrrr biasa cantiknya (sayang saya tidak berani untuk candid, maklum bukan dikampung sendiri). Ini juga pendapat saya sih, kebetulan saya adalah pengagum wanita-wanita cantik, jadi saya juga ikutan observasi deh. Tapi menurut saya, mereka sangat modis dalam berpakaian sehingga sedap dipandang mata dan sangat menarik. Dari hasil 4 hari berkelana di Barcelona, saya perhatikan bahwa most of the catalan women like to put eye liner just like the Arabian women (apakah ini berhubungan dengan sejarah bahwa dulunya mereka adalah bagian dari bangsa Arab? bisa jadi begitu).

Read more...



Itu perempuannya, nah kalau laki-lakinya? Surgaaaaaaaa buat saya, walau belum ada yang menyaingi kegantengan si Tukang Dongeng (eittsssss gak boleh protes). Alangkah mudahnya mencari cowok ganteng disana, dan mostly mereka itu berbadan atletis (kok ya kalo ketemu cowok ganteng rata-rata lagi jogging, mana pakenya short lagi). Gimana jadi kepengen gak sih booking tiket dan hotel untuk segera meluncur kesana *wink-wink*.
Ya pendapat kami sih belum bisa dijadikan patokan untuk seluruh orang Spanyol loh, baru Catalans aja, besides baru 4 hari muter-muter kok udah berani buat kesimpulan sih... kami belum seberani produser/sutradara film Virgin yang dengan observasi 3 hari sudah berani bikin film yang katanya menggambarkan tingkah laku para ABG Indo masa kini. But they (the Catalans) are friendly and helpful, even they're willing to do kungfu dengan jurus bahasa tubuh in case of helping us in finding direction. Nice!

What about the foods? Nah kalau ini agak ngeri ngasih pendapat, karena kami tidak yakin apakah makanan yg kami makan tersebut khas daerah Catalan atau khas negara Spanyol, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari Om Wiki, katanya makanan yang kami makan tersebut adalah originally from Valencia. Kami memutuskan makan Paella karena restaurants sepanjang La Rambla menyediakan menu Paella ini including photonya yang bikin perut keroncongan dan air liur menetes plus terbawa dalam mimpi *mulai jadi pinokio*.
Kebetulan saya dan si Tukang Dongeng adalah pencinta makanan enak dan senang mencoba sesuatu yang baru, apalagi dengan moto sebelum berangkat ke Barca bahwa kami harus makan makanan khas Catalan, atau at least Spanish food-lah. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa juga makan Paella, dan rasanya? Enak! Buat temen-temen yang suka masak dan pengen nyoba, coba deh klik link ini, ada step by stepnya segala loh. Selamat masak ya, jangan lupa bagi-bagi *celamitan mode*.

Nah itukan makanan Spanyol, gimana dong bagi orang-orang yang gak suka makanan Spanyol dan gak punya mood untuk mencoba? Gak usah takut kelaparan, masih banyak jenis makanan lain dan juga junk food tersedia disana. Beragam restoran dari beragam negara kami temukan di Barca dan tentunya fast food spt Mc D, BK dan KFC. Pilihan kami selama disana jatuh pada restoran Pakistan (hari pertama saya makan Prawn Briyani, huaaaaaaa enak banget), restoran China dan KFC (KFC adalah pilihan termurah dibanding fast food lain). Dasar Asia (kata si Tukang Dongeng), 3 hari berturut-turut kami makan Chinese foods di 3 restoran yang berbeda, yang akhirnya membuat si Tukang Dongeng menolak keras waktu saya ajak makan Chinese foods di Düsseldorf, ihiks padahal masakannya enak banget. Jadi no wonder deh pas pulang ke DE, lobang ikat pinggang saya maju satu, hihihi *jadi malu*.

Harganya gimana? Soal harga, paling top memang restoran China *2 jempol* Dengan uang 10€ (per orang) kami sudah bisa menikmati menu lengkap, dari pembuka, utama, penutup dan beverages. Pembagiannya disana adalah: pembuka, menu 1, menu 2, penutup dan minuman, dengan rasa yang tidak mengecewakan. Oya ada kejadian lucu, since I knew that gambas is udang in Spanish, jadi suatu hari sebagai appetizer saya memilih pan gambas (apalagi kemarinnya si Tukang Dongeng dapat salad udang yang rasanya top *drooling ngingetnya*) sementara si Tukang Dongeng memilih sup kepiting jagung. Setelah menunggu dengan harap cemas sambil berkhayal akan indahnya udang dalam piring *glek*, eh tiba-tiba kok yang muncul kerupuk udang. Ihiks, ternyata pan gambas itu memang kerupuk udang, huaaaaaa mana rasa udangnya gak berasa lagi, langsung deh saya ketawa geli mengingat ke-sok-tahu-an saya. Alhamdulillah setelah itu makanan yang lain tidak mengecewakan, jadi terhapus lah kekecewaan hati, apalagi si Tukang Dongeng langsung menyisihkan setengah dari sup kepiting jagungnya untuk saya, trus he said: "You know why I gave you my soup, ayone?" saya jawablah dengan centilnya (kebayang dong gimana centilnya saya) "because you love me" *biasalah, pede tingkat tinggi, bukan geer loh, hehehe*.
Eh dia ngomong gini: "Nope, because I dont want to be full so I can enjoy the next foods". Gedebug!!! (pake "g" biar lebih mantap) saya langsung jatuh dari kursi (yang ini bohong ya), jawabannya ituloh.. romantis banget. Dan si Tukang Dongeng pun ketawa bahagia bisa melihat muka kartun saya, katanya: "I know that you'll be cartoon, that's why I teased you". Huh!!

Sekarang yang demen ngopi (minum kopi, bukan ngopi catatan kalau udah deket ujian) gimana dong? Jangan kuatir... cafés (jamak) dari yang biasa sampai berinterior cantik bertebaran diseantero Barcelona, jadi kegiatan nongkrong sambil ngopi (minum kopi loh, bukan ngopi catatan temen, hihihihi udah ya diatas) gak bakalan kelewat. Si Tukang Dongeng yg tiap pagi wajib minum kopi sambil baca kooora (website berbahasa Arab yang memuat semua pertandingan bola diseluruh dunia, ini bukan hiperbola ya.. memang bener, bahkan liga Indonesia aja ada loh), pastinya tidak melewatkan café begitu saja untuk minum kopi, teh, juice, minuman ringan lain atau minuman berat dan tentunya istirahat meluruskan kaki sambil ngemil. Harganya lumayan kok, gak sampai jual rumah... masih mampulah kantong mahasiswa spt kami, sekitaran 3 euro gitu deh, sama kan kayak di Starbuck Indo, atau lebih mahal? yang jelas sih sama lah kayak di Balzac atau Starbuck di DE.

eNBe: maaf ah gak ada photo cowok gantengnya, soalnya saya kan pemalu.. jadi gak berani minta photo cowok yang lagi pake celana pendek ;)

---------
All photos are taken by me:
- Women at Metro (gak terlalu yakin sih mereka Catalan atau dari provinsi lain atau malah bukan Spanish).
- Paella sea food yang endang gulindang.
- Contoh makanan kami di Restoran Chino (disana ditulisnya beneran Chino loh) Hongkong.
- Pan gambas, yang ternyata adalah kerupuk udang tanpa rasa udang.
- Tabel harga disalah satu café yang kami datangi, maaf kurang jelas.


Read More...