Monday, August 6, 2007

Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman

Sebagai students dari negeri dongeng yang sudah terbiasa meminum air langsung dari kerannya, di Barcelona kami mengalami kesulitan, karena sangat tidak disarankan untuk meminum air langsung dari keran disana (pengalaman pribadi dan hasil tanya sana-sini dengan penduduk sekitar). Memang banyak disediakan keran air minum ditempat-tempat umum, tapi dari rasanya lebih tepat disebut sebagai swimming water instead of drinking water (rasa kaporitnya nendang banget). Alhamdulillah kami tidak sempat dehidrasi disana, karena harga air mineral disana sangat murah, untuk satu botol 1,5 liter antara 0,20 - 0,58€, harga tsb berlaku bila kita membeli di C4, kalau di supermaket lain harganya beda lagi dan apabila beli di kios (dijalan-jalan) harganya menjadi 3 kali lipat bahkan lebih (paling murah 1,05€). Namun, harga tsb masih tetap murah dibandingkan dengan harga di DE yang sudah mahal, kita masih harus membayar ekstra 0,25€ untuk jaminan botol. Air minum sangat penting, karena dengan suhu 15°C di Barca, kami jadi sering kehausan. Itulah alasannya untuk lebih baik melakukan travelling di Barca atau around Spain not in summer, karena akan sangat panas sekali. Saya sendiri enggan membayangkan harus keliling kota Barcelona dengan membawa botol air minum berliter-liter (secara saya dan si Tukang Dongeng minum spt onta, hihihi).

Read more...

Selama berada di Barca, kami sangat beruntung (alhamdulillah) karena tidak perlu membayar tour guide untuk mendengar informasi tentang tempat yang kami singgahi. Kok bisa? Ya bisa dongs, karena dimana-mana kami selalu bertemu dengan rombongan turis Jerman yang tentunya dengan tour guide dongs ;) Pastinya tour guide tsb memberikan penjelasan dalam bahasa Jerman dan dengan suara yang cukup lantang (tidak spt tour guide untuk rombongan turis Jepang yang dilengkapi dengan mic dan headset wireless, sehingga tidak bisa dicontek oleh orang-orang spt kami, hihihi. Yaaaa sowieso bahasa Jepang saya sudah menghilang ditiup angin, jadi gak ngerti juga walaupun diucapkan secara lantang). Jadi beruntunglah kami, bisa menambah informasi secara gratis (hihihi, student gitu loh.. hobinya gratisan), sampai-sampai kami bersenandung "ich liebe Deutschland" setiap mendengar percakapan yang dilakukan dalam bahasa Jerman, bahkan setiap kami ingin menyeberang disaat lampu merah untuk pejalan kaki masih menyala (seperti beberapa oknum lain), kami selalu membatalkan dengan kata-kata "wir sind noch in Deutschland" (we are still in Germany). Dan adalah benar adanya bila dibilang bahwa orang Jerman penggemar travelling sejati karena mereka everywhere (sahabatnya si Tukang Dongeng pernah pergi ke salah satu tempat terpencil di Latin America, dan he found the deutsche there). Psssttt, tapi gak tau kenapa... saya selalu bahagia loh mendengar orang berbahasa Jerman outside Germany, bahkan saya bahagia sekali waktu mendarat di Düsseldorf.. really feel like home dan si Tukang Dongeng pun merasakan hal yang sama, even he said: "endlich, wir sind zu Hause, unsere zweite Heimat" (finally we are home, our second home).

Keuntungan dari banyaknya turis Jerman di Barcelona kami dapatkan kembali waktu kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati karya-karya dari Picasso di Museo Picasso. Kami jadi bisa tau betapa jeniusnya Picasso dari keterangan yang diberikan si tour guide mengenai lukisan-lukisannya. Lucunya, para turis melirik kami berdua dengan pandangan i-now-that-you-understand-german, tapi mereka (even the guide) tidak memperlihatkan wajah tidak suka, mungkin inside their heart mereka kasihan melihat turis nekat spt kami (hihihi, gimana gak nekat, semua keterangan lukisan ditulis dalam bahasa Spanyol). Ya, FYI... orang Jerman senang banget bila ada orang asing yang bisa bahasa mereka, dan saya bisa melihat kalau senyuman mereka itu tanda bahagia karena kami mengerti bahasa Jerman (hihihi, ini mah murni pemikiran ge-er saya aja kok).

Pablo Ruiz Picasso yang memilih menggunakan family name ibunya sbg nama belakangnya itu (orang Spanyol dan Amerika Latin memakai kedua nama belakang dari orang tuanya) benar-benar telah membuat kami terkagum-kagum atas kejeniusannya. Dengan tiket masuk per orang 4€ (students by showing your student card) dan 6€ (umum), rasanya terlalu murah untuk bisa menikmati keindahan karya-karya beliau. Disini tersimpan semua karya dari Picasso, mulai dari sketsa sampai lukisan jadi, dari karya waktu beliau masih kecil sampai meninggal dunia, dari lukisan beraliran realisme sampai cubisme (including penjelasan visual bahwa karya beraliran cubisme Picasso adalah wujud dari karya beliau selama masih beraliran realisme). Benar-benar pengalaman yang sangat berharga bagi kami berada dalam museum yang merupakan gabungan 3 istana (Palau Berenguer d'Aguilar, Palau Castellet dan Palau Meca) tersebut.

Melihat karya Picasso diawal karirnya, saya seperti melihat potret nyata. Mereka mempunyai jiwa dan seakan bernyawa, membuat kita dapat melihat emosi yang tergambar disana. Dalam lukisan The First Communion, kami bisa melihat kesedihan dalam wajah ibunda Picasso yang tidak setuju atas pernikahan putrinya, plus dapat merasakan bahwa ayah Picasso adalah seorang lelaki yang keras. Picasso juga menggambarkan secara simbolis kekecewaan ibunda akan ayahnya lewat lukisan yang diberi nama Science and Charity. Really we were lucky bisa melihat hasil karya Picasso apalagi bisa dapat penjelasan gratisan dari tour guide rombongan turis Jerman. Uh! "ich liebe Deutschland".

Oya ada salah satu ruangan dimana kita bisa melihat karya-karya nakal dari Picasso, yaitu sketsa-sketsa yang hanya boleh dinikmati oleh orang-orang dewasa (17th keatas, atau dibawah 17th tapi sudah menikah, hihihi... emangnya pemilu). Sayang sekali, kamera adalah barang terlarang dalam musium, sementara banyak keindahan disana yang patut diabadikan. Tapi yang jelas, semua keindahan yang kami lihat dalam museum tersebut tak akan pernah bisa kami lupakan, dan buat kami Museo Picasso adalah daftar tempat wajib kunjung di Barcelona.

---------
All photos are taken by me, except the two paintings (taken from www.museupicasso.bcn.es) and my photo in Parc Güell (taken by si Tukang Dongeng)
- Keran air minum untuk umum di Parc Güell, dengan rasa kaporit.
- Taman diatas pintu utama Parc Güell, sebelum saya.. ada turis Jerman yang photo disini.
- Gerbang Museo Picasso yang terletak di jalan Carrer de Montcada.
- The First Communion by Picasso.
- Science and Charity by Picasso.

Read More...