Sunday, September 9, 2007

Barcelona: giliran Catalan, Foods and Café

Apa sih yang dipesankan teman-temannya si Tukang Dongeng waktu dia mau ke Barca? Oleh-oleh? Nope! Mereka pesen direview cewek-cewek Catalan.. hihihi, dasar cowok. Ops, maaf kalau jadi gender, padahal mah temen-temen saya yang cewek juga nitip dibawain cowok ganteng dari sana, jadi kesimpulannya? Cewek sama cowok gak ada bedanya, yang penting kasih sayang, hehehe.

Menurut si Tukang Dongeng, perempuan Catalan biasa-biasa saja (ini pendapat jujur dia ya, bukan karena saya mengancam dengan golok loh), tapi sekalinya ada yang cantik.. wowwww rruuaaarrrrrr biasa cantiknya (sayang saya tidak berani untuk candid, maklum bukan dikampung sendiri). Ini juga pendapat saya sih, kebetulan saya adalah pengagum wanita-wanita cantik, jadi saya juga ikutan observasi deh. Tapi menurut saya, mereka sangat modis dalam berpakaian sehingga sedap dipandang mata dan sangat menarik. Dari hasil 4 hari berkelana di Barcelona, saya perhatikan bahwa most of the catalan women like to put eye liner just like the Arabian women (apakah ini berhubungan dengan sejarah bahwa dulunya mereka adalah bagian dari bangsa Arab? bisa jadi begitu).

Read more...



Itu perempuannya, nah kalau laki-lakinya? Surgaaaaaaaa buat saya, walau belum ada yang menyaingi kegantengan si Tukang Dongeng (eittsssss gak boleh protes). Alangkah mudahnya mencari cowok ganteng disana, dan mostly mereka itu berbadan atletis (kok ya kalo ketemu cowok ganteng rata-rata lagi jogging, mana pakenya short lagi). Gimana jadi kepengen gak sih booking tiket dan hotel untuk segera meluncur kesana *wink-wink*.
Ya pendapat kami sih belum bisa dijadikan patokan untuk seluruh orang Spanyol loh, baru Catalans aja, besides baru 4 hari muter-muter kok udah berani buat kesimpulan sih... kami belum seberani produser/sutradara film Virgin yang dengan observasi 3 hari sudah berani bikin film yang katanya menggambarkan tingkah laku para ABG Indo masa kini. But they (the Catalans) are friendly and helpful, even they're willing to do kungfu dengan jurus bahasa tubuh in case of helping us in finding direction. Nice!

What about the foods? Nah kalau ini agak ngeri ngasih pendapat, karena kami tidak yakin apakah makanan yg kami makan tersebut khas daerah Catalan atau khas negara Spanyol, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari Om Wiki, katanya makanan yang kami makan tersebut adalah originally from Valencia. Kami memutuskan makan Paella karena restaurants sepanjang La Rambla menyediakan menu Paella ini including photonya yang bikin perut keroncongan dan air liur menetes plus terbawa dalam mimpi *mulai jadi pinokio*.
Kebetulan saya dan si Tukang Dongeng adalah pencinta makanan enak dan senang mencoba sesuatu yang baru, apalagi dengan moto sebelum berangkat ke Barca bahwa kami harus makan makanan khas Catalan, atau at least Spanish food-lah. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa juga makan Paella, dan rasanya? Enak! Buat temen-temen yang suka masak dan pengen nyoba, coba deh klik link ini, ada step by stepnya segala loh. Selamat masak ya, jangan lupa bagi-bagi *celamitan mode*.

Nah itukan makanan Spanyol, gimana dong bagi orang-orang yang gak suka makanan Spanyol dan gak punya mood untuk mencoba? Gak usah takut kelaparan, masih banyak jenis makanan lain dan juga junk food tersedia disana. Beragam restoran dari beragam negara kami temukan di Barca dan tentunya fast food spt Mc D, BK dan KFC. Pilihan kami selama disana jatuh pada restoran Pakistan (hari pertama saya makan Prawn Briyani, huaaaaaaa enak banget), restoran China dan KFC (KFC adalah pilihan termurah dibanding fast food lain). Dasar Asia (kata si Tukang Dongeng), 3 hari berturut-turut kami makan Chinese foods di 3 restoran yang berbeda, yang akhirnya membuat si Tukang Dongeng menolak keras waktu saya ajak makan Chinese foods di Düsseldorf, ihiks padahal masakannya enak banget. Jadi no wonder deh pas pulang ke DE, lobang ikat pinggang saya maju satu, hihihi *jadi malu*.

Harganya gimana? Soal harga, paling top memang restoran China *2 jempol* Dengan uang 10€ (per orang) kami sudah bisa menikmati menu lengkap, dari pembuka, utama, penutup dan beverages. Pembagiannya disana adalah: pembuka, menu 1, menu 2, penutup dan minuman, dengan rasa yang tidak mengecewakan. Oya ada kejadian lucu, since I knew that gambas is udang in Spanish, jadi suatu hari sebagai appetizer saya memilih pan gambas (apalagi kemarinnya si Tukang Dongeng dapat salad udang yang rasanya top *drooling ngingetnya*) sementara si Tukang Dongeng memilih sup kepiting jagung. Setelah menunggu dengan harap cemas sambil berkhayal akan indahnya udang dalam piring *glek*, eh tiba-tiba kok yang muncul kerupuk udang. Ihiks, ternyata pan gambas itu memang kerupuk udang, huaaaaaa mana rasa udangnya gak berasa lagi, langsung deh saya ketawa geli mengingat ke-sok-tahu-an saya. Alhamdulillah setelah itu makanan yang lain tidak mengecewakan, jadi terhapus lah kekecewaan hati, apalagi si Tukang Dongeng langsung menyisihkan setengah dari sup kepiting jagungnya untuk saya, trus he said: "You know why I gave you my soup, ayone?" saya jawablah dengan centilnya (kebayang dong gimana centilnya saya) "because you love me" *biasalah, pede tingkat tinggi, bukan geer loh, hehehe*.
Eh dia ngomong gini: "Nope, because I dont want to be full so I can enjoy the next foods". Gedebug!!! (pake "g" biar lebih mantap) saya langsung jatuh dari kursi (yang ini bohong ya), jawabannya ituloh.. romantis banget. Dan si Tukang Dongeng pun ketawa bahagia bisa melihat muka kartun saya, katanya: "I know that you'll be cartoon, that's why I teased you". Huh!!

Sekarang yang demen ngopi (minum kopi, bukan ngopi catatan kalau udah deket ujian) gimana dong? Jangan kuatir... cafés (jamak) dari yang biasa sampai berinterior cantik bertebaran diseantero Barcelona, jadi kegiatan nongkrong sambil ngopi (minum kopi loh, bukan ngopi catatan temen, hihihihi udah ya diatas) gak bakalan kelewat. Si Tukang Dongeng yg tiap pagi wajib minum kopi sambil baca kooora (website berbahasa Arab yang memuat semua pertandingan bola diseluruh dunia, ini bukan hiperbola ya.. memang bener, bahkan liga Indonesia aja ada loh), pastinya tidak melewatkan café begitu saja untuk minum kopi, teh, juice, minuman ringan lain atau minuman berat dan tentunya istirahat meluruskan kaki sambil ngemil. Harganya lumayan kok, gak sampai jual rumah... masih mampulah kantong mahasiswa spt kami, sekitaran 3 euro gitu deh, sama kan kayak di Starbuck Indo, atau lebih mahal? yang jelas sih sama lah kayak di Balzac atau Starbuck di DE.

eNBe: maaf ah gak ada photo cowok gantengnya, soalnya saya kan pemalu.. jadi gak berani minta photo cowok yang lagi pake celana pendek ;)

---------
All photos are taken by me:
- Women at Metro (gak terlalu yakin sih mereka Catalan atau dari provinsi lain atau malah bukan Spanish).
- Paella sea food yang endang gulindang.
- Contoh makanan kami di Restoran Chino (disana ditulisnya beneran Chino loh) Hongkong.
- Pan gambas, yang ternyata adalah kerupuk udang tanpa rasa udang.
- Tabel harga disalah satu café yang kami datangi, maaf kurang jelas.


0 comments:

Post a Comment