Friday, July 6, 2007

Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho

27 Maret - 31 Maret, alhamdulillah saya dan si Tukang Dongeng bisa jalan-jalan (beneran jalan sampai pegel-pegel) mengelilingi Barcelona. Alhamduillah, we really had fun there... hanya sedikit kecewa dengan fasilitas hotel yg tidak sesuai dengan janjinya di Internet.

Yaaa.. seorang teman yang pernah tinggal di Spanyol bilang, hati-hati aja... hotel di Spanyol suka aneh... dan indeed aneh. Eniwe... keanehan tsb tidak mengganggu kok, karena sejak mendarat di Barcelona Airport, kami sudah disuguhi oleh banyak kelucuan (we rather like saying kelucuan than keanehan). Salah satunya adalah susahnya mencari kamar kecil aka WC di Airport kelas internasional spt Barcelona dan kekaguman kami bahwa tiket seharga 6,90€ bisa berlaku satu tahun, hihihi (yang ternyata hanyalah kesalahpahaman belaka).

Dengan modal buku kecil mengenai Barcelona, kami berhasil melakukan semua tour (tour 1 - tour 6) yang disarankan oleh penulisnya dalam waktu 4 hari (hari kelima kami pulang ke DE). Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan during our stay there, salah satunya adalah hanging out with British Hooligans (wah mereka benar-benar fans sepak bola yang eduan, nanti saya upload videonya deh). Ini adalah bonus tak terduga, karena dihari kedua kedatangan kami disana, kami mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2008 antara England vs Andorra di Estadi Olímpic de Montjuïc (Estadi Olímpic Lluís Companys).
Walau seharusnya England bisa bermain lebih baik, tapi kami tidak merasa sia-sia membayar harga tiket masuk per-orang 50€ demi melihat Steven Gerrard (yang sumpah mainnya keren banget) dan tentunya Wayne Rooney.

Masih tentang sepak bola (maklum saya pergi bersama orang yang kalau sehari gak baca berita tentang bola, bakalan gatal-gatal, hihihihi), mumpung ada di Barcelona, pastinya kami menyempatkan diri untuk pergi ke Camp Nou dan berharap that we'd have a chance to see latihannya FC Barcelona. Memang waktu kami kesana, mereka baru saja selesai latihan dan kami melihat sudah banyak orang yang menunggu dipintu keluar parkir basement. Pastinya kami ikutan nunggu dong, karena kapan lagi bisa melihat Ronaldinho dari dekat, apalagi beberapa orang sudah sibuk meneriakkan nama beliau dan semua kamera dalam posisi siap jepret. Sayangnya perjalanan kami masih panjang, jadi setelah menunggu 30 menit, kami memutuskan untuk berhenti menunggu. Alhamdulillah, kami sempat melihat Ludovic Giuly yang menyetir mobilnya sendiri. Beliau melambaikan tangan dan hilang dengan cepat, tidak memberikan kesempatan pada saya yang hanya bisa terpaku tanpa sempat membidikkan kamera. Ihiks... jadi gak ada deh photo Giuly diantara ratusan photo Barcelona saya (tapi tetap dong semangat, walaupun saya akan berniat mengirim surat protes ke Ronaldinho yang sudah membuat saya menunggu. Hihihihi, who do you think you are *Ronaldinho, mode*)

Barcelona menurut kami (dan juga pendapat banyak orang yang kami baca melalui internet atau buku-buku panduan) adalah kota yang sangat menarik dan layak menjadi tempat berlibur, terutama untuk mereka yang suka photography.. karena banyak sekali bangunan-bangunan cantik dan pemandangan indah yang bisa dijadikan objek bidikan kamera. Rasanya waktu 4 hari (dihari kelima kami kembali ke DE) dan 2 GB memory card tidak cukup untuk menyimpan semua keindahan yang ada disana.
Walaupun pada dasarnya kota-kota di Eropa hampir serupa, tapi Barcelona punya sentuhan tersendiri,dari seorang Catalan Architect beraliran Modernisme (Art Nouveau) bernama Antoni Gaudi yang mempunyai ciri khas (yang kalau kata saya mah, bentukan dari gedung-gedung karyanya seperti badan tokek yang bertotol-totol). Hampir semua bangunan/gedung yang ada di post card yang dijual dibanyak kios souvenir di Barca adalah karya dari Gaudi tsb, sehingga seringkali kita dapatkan tulisan: Barcelona - Gaudi. Yup, saya setuju sekali dengan julukan tersebut, karena menurut saya dan si Tukang Dongeng-pun, Barcelona belongs to Gaudi.


La Sagrada Familia (The Holy Family) adalah salah satu dari karya Gaudi yang membuat kami berdecak kagum. Terletak dipusat kota, La Sagrada Familia adalah karya dari Gaudi yang menghabiskan 15 tahun dalam hidupnya untuk pengerjaannya. Sampai sekarangpun, La Sagrada Familia masih under construction yang diharapkan akan selesai pada tahun 2026 bertepatan dengan peringatan 100 tahun meninggalnya Gaudi, jadi jangan heran... kalau dalam semua photo yang saya buat (atau bahkan di post card dan buku-buku panduan Barcelona), terdapat crane disana. Sayang, kami datang sudah malam ketempat ini, jadi kami kehilangan kesempatan untuk menikmati interior didalam bangunan karya Gaudi tsb.

-----------
All photos are taken by me, except photo saya didepan Estadi Olímpic de Montjuic taken by si Tukang Dongeng.
- Pemandangan kota Barcelona dari atas Parc Güell.
- Saya, disamping pintu masuk Estadi Olímpic de Montjuic yang sedang renovasi.
- Si Tukang Dongeng yang sedang menanti Ronaldinho keluar dari parkir basement.
- Casa Batlló, karya Gaudi yang mengingatkan saya akan totolnya tokek.
- La Sagrada Familia, yang kalau dilihat lama-lama serem euy.

0 comments:

Post a Comment